Sumber kekuatan baru bukanlah uang yang berada dalam genggaman tangan beberapa orang, namun informasi di tangan orang banyak

Naluri Jurnalis



 
Aku adalah jurnalis
Yang tak pernah lelah
Mencari berita
Aku adalah jurnalis
Yang selalu gundah
Menunggu berita
Oh aku adalah jurnalis
Yang pantang menyerah
Memburu berita
Aku adalah jurnalis
Yang selalu ingin
dapatkan berita
Naluriku sebagai jurnalis
Membuatku menginginkan
Berjuta berita di sisiku
Naluriku sebagai jurnalis
Membuatku merindukan
hangatnya dari berita
(origin lyrics “Naluri Lelaki” by Samsons)
 
Dunia wartawan adalah dunia 'orang-orang gila'. Kerja 24 jam dengan resiko tak bisa kaya (ada juga seeh.. yang jadi konglomerat). sebentar terbang dengan menteri atau presiden, atau dengan pejabatlah dan nginap di hotel mewah, pulangnya jadi pindang di kereta ekonomi. kongkow-kongkow dengan pengusaha, lalu begadang mantau pengemis di kolong jembatan. mati-matian membela buruh, nasibnya sendiri di kantor tak bisa diperjuangkan. investigasi ke daerah pelosok yang sulit akses dan berbahaya salah sendiri, siapa suruh jadi wartawan??
banyak cerita konyol dalam keseharian wartawan, lebih lucu dibanding para pebanyol di TV atau badut-badut di Senayan. silakan berbagi cerita. boleh pengalaman pribadi, orang lain, rekaan, atau apa aja. boleh kurang lucu, atau setengah lucu. ayo mati ketawa tapi jangan ketawa sampai mati....


Basarang Bali-nya Kalteng


Nuansa pulau Dewata Bali terasa, saat menikmati ritual upacara adat yang digelar warga keturunan Bali di Kecamatan Basarang Kuala Kapuas, moment itu berlangsung pada 12 Agustus 2008 lalu saat komunitas warga Bali Basarang menggelar upacara Fitra Nyadnya atau yang populer disebut Ngaben.


Bagi Penganut Hindu Dharma Ngaben merupakan puncak Sakramen bagi roh-roh orang yang telah meninggal dunia  dengan pembakaran mayat-mayat, upacara Ngaben dilaksanakan di KM 9 Basarang tersebut bukan Cuma membutuhkan biaya besar tapi juga dengan persiapan yang cukup lama hingga dua bulan.
Basarang merupakan Kecamatan Di Kabupaten Kapuas yang berbatasan dengan Kabupaten Pulang Pisau dan dihubungkan oleh jalur Trans Kalimantan, disana terdapat ribuan komunitas warga keturunan Bali, empat dari sembilan Desanya dihuni mayoritas warga keturunan Bali yaitu Desa Lunuk Ramba, Bunga Jaya, Basarang Jaya, serta Desa Batu Nindan dengan 500 lebih kepala keluarga . Komunitas ini sudah terbentuk puluhan tahun yang lalu berawal dari migrasi warga Nusa Penida Bali yang membuka lahan disana sekitar 1960-an saat daerah itu masih hutan belukar dan terpencil yang hanya dapat dijangkau lewat transportasi air.

Hindu Dharma di Basarang berkembang pesat terbukti dengan banyaknya pura atau tempat persembahan yang berdiri.
Ngaben yang digelar saat itu adalah yang ketiga kalinya, ini menggambarkan budaya Bali tumbuh pesat disana hingga Basarang sering mendapat julukan Bali-nya Kalimantan Tengah.

Seperti kehidupan masyarakat Bali, warga Basarang juga terbagi atas kelompok-kelompok tertentu atau yang lazim disebut ”Banjar” dan masing-masing memiliki Pura Persembahan selain Pura Jagad Nata yang merupakan pusat peribadatan komunitas warga yang terkenal tinggi semangat gotong royongnya ini.
Di Kecamatan ini selain warga keturunan Bali juga terdapat komunitas Jawa, Melayu Banjar dan tentunya warga lokal (Dayak) mereka hidup  rukun berdampingan dan menghormati satu sama lainnya walaupun terdiri dari latar belakang Suku, Budaya, dan Agama yang berbeda-beda sungguh suatu kehidupan kemasyarakatan yang menggambarkan ke Bhineka Tunggal Ika-an yang indah.
Daerah ini juga merupakan kawasan agropolitan, Kecamatan yang memiliki potensi peternakan sapi dan ayam potong yang sekarang menjadi komunitas unggulan, sedangkan untuk sektor perkebunan budidaya Nenas, salak, dan Cempedak berkembang begitu potensial, bahkan saat ini juga terdapat beberapa lokasi area perkebunan Kelapa sawit milik beberapa perusahaan.
Jika anda melakukan perjalanan jalur darat dari Banjarmasin menuju Palangka Raya ataupun sebaliknya maka anda akan melewatii Kecamatan Basarang dengan berpaut jarak  kurang lebih 65 KM dari Banjarmasin dan kurang lebih 117 KM timur kota Palangka Raya ibukota Kalimantan Tengah,  mau lihat Bali-nya Kalteng kunjungi Basarang.-

Prakata

@ku hanya manusia biasa Aku bukanlah matahari yang selalu memberikan kehangatan kepada semua orang tanpa pernah diminta. Aku hanyalah air yang hanya bisa memberikan kesegaran untuk orang yang sedang dahaga. Aku bukanlah pasar malam yang bisa dikunjungi oleh banyak orang. Aku hanyalah sebuah toko mungil yang hanya memiliki satu orang pelanggan saja. Aku bukanlah seorang pujangga yang bisa membuat kata kata indah sehingga orang mudah terlena. Aku hanyalah seorang hamba yang hanya bisa berkata kata dengan kejujuran dan perbuatan. Aku bukanlah sebuah medan magnet yang bisa menarik orang orang disekitarku untuk selalu dekat denganku. Aku hanyalah sebuah kutub selatan yang jarang diperhatikan orang dalam sebuah perjalanan. Aku bukanlah seorang dalang yang bisa mempermainkan bonekanya dengan seenak hati. Aku hanyalah seorang pemeran yang berusaha memainkan perananku dengan sebaik mungkin. Aku bukanlah seorang saudagar yang senang mengumbar cinta dan menebar pesona. Aku hanyalah seorang kafilah yang sedang berusaha menyatukan kepingan kepingan puzzle kehidupan. Aku bukanlah seorang superhero yang mempunyai kekuatan ekstra. Aku hanyalah seorang manusia biasa yang ingin menjadi lebih baik setiap harinya. dari sarikata.com zulkifli adalah nama lengkapku, saya kelahiran banjarmasin dan sekarang ngepos dan berdomisili di kuala kapuas sebuah kabupaten perbatasan kalimantan selatan dan kalimantan tengah, kegiatan saya sekarang sebagai pekerja media pada majalah karya s nusantara saya juga anggota words citizen reporter dan aktif sebagai koordinator lsm lbkbr-kt, banyak permasalahan yang ada dalam masyarakat, banyak penyimpangan yang terjadi dalam birokrasi siapa yang perduli akan hal ini, saya berharap dan berharap dan dimulai dari individu kita bisa melawan segala bentuk penyimpangan yang ada agar masyarakat bisa menjadi lebih baik.... mari berjuang.. lewat jalur apapun.. dan inilah jalur yang aku pilih....

prakata

Aku hanya manusia biasa Aku bukanlah matahari yang selalu memberikan kehangatan kepada semua orang tanpa pernah diminta. Aku hanyalah air yang hanya bisa memberikan kesegaran untuk orang yang sedang dahaga. Aku bukanlah pasar malam yang bisa dikunjungi oleh banyak orang. Aku hanyalah sebuah toko mungil yang hanya memiliki satu orang pelanggan saja. Aku bukanlah seorang pujangga yang bisa membuat kata kata indah sehingga orang mudah terlena. Aku hanyalah seorang hamba yang hanya bisa berkata kata dengan kejujuran dan perbuatan. Aku bukanlah sebuah medan magnet yang bisa menarik orang orang disekitarku untuk selalu dekat denganku. Aku hanyalah sebuah kutub selatan yang jarang diperhatikan orang dalam sebuah perjalanan. Aku bukanlah seorang dalang yang bisa mempermainkan bonekanya dengan seenak hati. Aku hanyalah seorang pemeran yang berusaha memainkan perananku dengan sebaik mungkin. Aku bukanlah seorang saudagar yang senang mengumbar cinta dan menebar pesona. Aku hanyalah seorang kafilah yang sedang berusaha menyatukan kepingan kepingan puzzle kehidupan. Aku bukanlah seorang superhero yang mempunyai kekuatan ekstra. Aku hanyalah seorang manusia biasa yang ingin menjadi lebih baik setiap harinya. dari sarikata.com zulkifli adalah nama lengkapku, saya kelahiran banjarmasin dan sekarang ngepos dan berdomisili di kuala kapuas sebuah kabupaten perbatasan kalimantan selatan dan kalimantan tengah, kegiatan saya sekarang sebagai pekerja media pada majalah karya s nusantara saya juga anggota words citizen reporter dan aktif sebagai koordinator lsm lbkbr-kt, banyak permasalahan yang ada dalam masyarakat, banyak penyimpangan yang terjadi dalam birokrasi siapa yang perduli akan hal ini, saya berharap dan berharap dan dimulai dari individu kita bisa melawan segala bentuk penyimpangan yang ada agar masyarakat bisa menjadi lebih baik.... mari berjuang.. lewat jalur apapun.. dan inilah jalur yang aku pilih....